Anda akan bepergian ke luar negeri baik untuk studi/belajar, wisata, perjalanan dinas, ataupun kerja? Yang pasti Anda harus memegang paspor terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

Paspor merupakan sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara kepada warga yang memintanya sehingga pemegang paspor mendapatkan perlindungan dan bantuan ketika berada di suatu negara lain sesuai perjanjian antar negara tersebut.

Paspor memuat identitas pemegangnya meliputi nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, dan masa berlaku paspor. Masa berlaku paspor adalah 5 (lima) tahun.

Tidak seperti dulu waktu saya pertama kali membuat paspor pada tahun 2005, membuat / mengurus paspor saat ini sangatlah mudah. Tidak ada calo, pungli dan bersih dari korupsi (menurut pengalaman dan pengamatan saya saat mengurus paspor pada bulan September 2012). Dan yang lebih mudah lagi, Anda dapa melakukannya secara online.

Tulisan ini saya buat untuk memberikan panduan bagi Anda yang akan membuat paspor (secara online).

1. Siapkan dokumen-dokumen yang wajib dipenuhi yaitu KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran / Surat Nikah / Ijazah. Scan dan fotokopi-lah ketiga dokumen tersebut. Dokumen yang sudah di-scan dalam bentuk file  .jpg nantinya perlu di-upload pada langkah 2 sedangkan dokumen dalam bentuk fotokopi dibawa ke Kantor Imigrasi (Kanim). Jika Anda akan mengganti / memperpanjang paspor, siapkan juga paspor lama yang asli.

2. Kunjungi halaman website http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp dan pilih menu Pra Permohonan Personal. Isilah formulir online tersebut dengan lengkap dan benar. Ada beberapa tahap dalam pengisian formulir tersebut. Pada salah satu tahapnya, Anda harus meng-upload dokumen-dokumen yang sudah disiapkan di langkah 1 di atas. Ketiga dokumen tersebut wajib di-upload, jika tidak maka Anda tidak akan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Panduan pengisian formulir dapat dilihat di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/general/faq.pdf

3. Setelah selesai proses pengisian formulir online tersebut di langkah 2, Anda akan mendapatkan tanda terima pra permohonan paspor (seperti di bawah ini sebagai contoh). Simpan dan cetak/print tanda terima tersebut untuk dibawa ke Kantor Imigrasi pada tanggal/hari yang sudah dipilih.

Catatan: Sebelum Anda datang ke Kantor Imigrasi, sebaiknya siapkan pulpen / pena warna hitam dan materai 6000. Walaupun banyak penjual pulpen ataupun materai di Kanim, namun lebih baik siapkan dari rumah/kantor karena di sana pasti harganya lebih mahal.

4. Bawalah dokumen fotokopi dan asli-nya ke Kanim yang dipilih sesuai tanggal/hari yang diminta. Pertama-tama, belilah surat pernyataan permohonan dan map di loket registrasi (saat tulisan ini dibuat harganya Rp. 5000 (lima ribu rupiah)). Bilang ke petugas bahwa Anda sudah melakukan pra permohonan via online / internet. Isilah surat pernyataan dengan benar dan valid. Masukkan fotokopi dokumen dan paspor asli (jika ada) ke dalam map dan ambil nomor antrian. Mengantrilah dengan sabar dan tertib.

5. Ketika tiba urutan Anda, dokumen akan diperiksa oleh petugas dan jika OK Anda akan disuruh datang kembali untuk melakukan pembayaran biaya paspor, pengambilan foto, dan wawancara. Biaya pembuatan paspor saat ini adalah Rp. 255.000,- (dua ratus lima puluh lima ribu rupiah) untuk tipe 48H perorangan. Saat wawancara Anda akan ditanyai tentang untuk apa bikin paspor (belajar, kerja, dinas, wisata) dan kemana tujuan  negaranya. Jawab saja dengan tenang dan jujur. Tidak usah cemas, wawacaranya tidak seperti wawancara mencari kerja kok :)

Setelah wawancara OK, petugas akan memberi tahu hari/tanggal jadi paspor. Normal paspor akan jadi setelah 4 hari kerja. Ambillah paspor sesuai hari yang sudah ditentukan.

Semoga tulisan ini membantu Anda dalam pengurusan paspor.